Home / Berita

Rabu, 31 Juli 2019 - 14:07 WIB

Tolak PLTU, Bengkulu akan Maksimalkan Pemanfaatan Panasbumi

Gedung DPRD Provinsi Bengkulu. (Sumber foto: Tuntas online)

PABUMNews – Dinilai tak arif terhadap lingkungan, DPRD Provinsi Bengkulu menyatakan menolak rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara yang akan dibangun pada 2020. Lembaga ini bahkan menyatakan, potensi panasbumi yang banyak tersebar di Bengkulu harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Jonaidi menyatakan, penolakan rencana pembangunan PLTU di Ketahun, bahkan akan ditegaskan dalam Peraturan Daerah (Perda) rencana umum energi daerah (RUED) Provinsi Bengkulu.

“Dalam Perda akan dinyatakan bahwa pembangunan PLTU baru boleh dilakukan 45 tahun yang akan datang. Sudah cukuplah yang ada saat ini. Karena dampak lingkungan yang muncul karena teknologi PLTU kita anggap tidak arif, sementara kita kaya dengan potensi lain,” kata Jonaidi seperti dirilis Antara, Selasa (30/7/2019)

Baca Juga  Di Sulawesi Utara, Panasbumi Akan Jadi Mata Pelajaran

Menurut Jonaidi, Perda RUED tengah disusun dan akan mengatur tentang penggunaan sumber daya alam yang ada di Provinsi Bengkulu yang harus diamnfaatkan secara maksimal, di antaranya panasbumi. Ia mengaskan, sumber daya alam tersebut akan dimaksimalkan penggunaannya sebagai sumber tenaga listrik di Bengkulu.

“Pengaturan penggunaan sumber daya alam dalam Perda RUED dilakukan untuk menjaga ketersediaan cadangan energi di masa yang akan datang,” ujarnya.

Jonaidi juga mengapresiasi pengawasan yang dilakukan para penggiat lingkungan di Bengkulu terhadap dampak lingkungan akibat operasi PLTU Teluk Sepang. Dalam waktu dekat, kata Jonaidi, Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu akan mengundang para penggiat lingkungan tersebut untuk rapat bersama.

Baca Juga  Inilah Upaya-upaya BUMN Panas Bumi PT Geo Dipa Energi Ikut Menjaga Kelestarian Lingkungan

PLTU Ketahun direncanakan berkapasitas 2×100 megawatt, dan masuk rencana umum energi nasional (RUEN). Namun karena dinilai mencemari lingkungan, keberadaan PLTU batubara di Bengkulu kini menjadi sorotan. Sejumlah warga Kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu pada Juni lalu misalnya, mendaftarkan gugatan terhadap izin lingkungan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara Sepang, milik PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bengkulu.

Gugatan ini mendapat dukungan dari para aktivis lingkungan, mahasiswa, seniman dan warga Teluk Sepang yang bergabung dalam Koalisi Langit Biru. Mereka melakukan aksi damai di depan Kantor PTUN Bengkulu di Jalan RE Martadinata Kandang Mas saat warga mendaftarkan gugatan (es)

Berita ini 237 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Potensi “Energi Hijau” di Kalimantan Timur

Berita

Kejar Target Penurunan Gas Rumah Kaca, PLN-SMI Kerjasama Pengembangan Panas Bumi Tahun 2020

Berita

Inilah Permasalahan dan Resiko Pengembangan Panas Bumi di Indonesia

Berita

Sejak 1985, ITB Siapkan Ahli Panasbumi di Indonesia

Berita

Listrik Panasbumi Muara Laboh Mengalir, Bupati Solok Selatan Siap Undang Investor

Berita

Tarif Listrik, Kendala Sosial dan Isu Lingkungan Menghambat Pengembangan Panasbumi

Berita

Pemerintah Pangkas Target Kapasitas PLTP Tahun 2025 Hingga 50 Persen

Berita

Alirkan Listrik PLTP Muaralaboh, PLN Segera Bangun 303 Tower SUTT