Home / Berita / Internasional

Senin, 2 Agustus 2021 - 10:15 WIB

Toyota Mulai Produksi Hidrogen Panas Bumi

Mobil Toyota Berbahan Bakar Hidrogen

Mobil Toyota Berbahan Bakar Hidrogen

PABUMNews – Toyota Motor Corporation memulai produksi Hidrogen dari listrik panas bumi. Dalam proyek ini Toyota bekerjasama dengan bebepara perusahaan kontruksi.

Dilansir dari NHK, Presiden Toyota Motor Toyoda Akio mengatakan bahwa untuk mewujudkan harapan masyarakat memanfaatkan hidrogen sebagai bahan bakar menjadi kenyataan, bekerja sama dengan perusahaan lain merupakan langkah strategis.

Toyota akan terus mencari lebih banyak mitra untuk mewujudkan masyarakat berbasis hidrogen. Perusahaannya akan menghadirkan lebih banyak pilihan untuk menciptakan gaya berkendara masyarakat Jepang dalam mencapai netralitas karbon.

Dalam proyek ini Toyota bekerjasama dengan Obayashi Corporation untuk membangun fasilitas pabrik hidrogen di kota Kokonoe di Prefektur Oita di Kyushu.

Fasilitas pabrik hidrogen ini akan memanfaatkan listik yang dihasilkan dari panas bumi untuk mengurai air menjadi hidrogen. Dengan menggunakan panas bumi maka tidak akan dihasilkan karbon dioksida dari proses penguraian tersebut.

Baca Juga  DBH Panasbumi 2019 Belum Diterima, Bupati Minahasa Datangi Kemenkeu

Hidrogen yang sudah disimpan dalam sel bahan bakar selanjutnya akan dibawa ke pabrik Toyota yang berada di Prefektur Fukuoka di Kyushu untuk menjalankan forklift.

Toyota telah mengembangkan sejak lama teknologi sel hidrogen ini, bahkan 7 Agustus mendatang, Toyota akan mengujicoba mobil balap hasil teknologi sel hidrogen pada balapan yang disenggarakan di Autopolis Motor Race Circuit, Prefektur Oita.

Pengembangan Hidrogen Hijau Indonesia

Pemerintah melalui Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) – Kementerian ESDM Dadan Kisdiana menyampaikan bahwa pengembangan hidrogen hijau Indonesia difokuskan pada sumber energi listrik dari panas bumi dan surya.

Baca Juga  Ini yang Dilakukan Perusahaan Panas Bumi PT SMGP Cegah Covid-19

Saat beban listrik tidak tinggi, listrik dari panas bumi dan surya dapat digunakan untuk mengurai air untuk diproduksikan menjadi hidrogen, tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ahmad Yurniarto mengatakan bahwa PGE mulai tahun ini akan mengaplikasikan teknologi produksi hidrogen hijau di wilayah kerja panas bumi milik PGE.

Menurutnya, biaya investasi yang diperlukan perusahaan untuk menerapkan teknologi ini berkisar USD 3 Juta – 5 Juta, dengan target produksi hidrogen hijau sebanyak 100 kilogram per harinya.

Potensi ekonomi dari hidrogen hijau sangat besar, banyak negara terutama negara-negara eropa sedang fokus dalam pengurangan emisi karbon. Sehingga kebutuhan akan clean energy dan carbon neutral energy akan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang.

Berita ini 336 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Pemerintah Siapkan PP Pemanfaatan Langsung Panas Bumi

Berita

API: Kebijakan Tariff ”Feed-in Tariff” Listrik Panasbumi

Berita

Sosialisasi PLTP Gunung Talang Solok Perlu Libatkan Akademisi

Berita

Bora, Pemandian Air Panas dengan Pesona Alam yang Hijau

Berita

Direktur Bank Dunia Dorong Indonesia Ganti Pembangkit Batubara dengan Panas Bumi

Berita

Banyak Cara Disiapkan PLN Atasi Beban Keuangan

Berita

Kadin Sarankan Cost Recovery Diterapkan dalam Panas Bumi
Holding Panas Bumi

Berita

Holding Panas Bumi Batu Loncatan Energi Bersih Nasional