Home / Berita

Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:43 WIB

Usai Diguncang Gempa, Semburan Air Panas di Desa Oma Kejutkan Warga Ambon

Semburan air panas berbau belerang di Desa Oma, Ambon yang muncul usai gempa pada 26 September 2019 lalu. (Foto: Antara)

PABUMNews – Gempa bumi magnitudo 6,5 yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya pada 26 September 2019 lalu memunculkan fenomena yang aneh. Selain sejumlah lantai rumah warga terasa panas, muncul juga semburan air panas berbau belerang di kawasan hutan di Desa Oma, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Pihak Pusat Penelitian Laut Dalam (P2LD) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang sedang meneliti gejala tersebut, menduga fenomena itu akibat panasbumi yang ada di perut bumi Ambon.

Mengutip Antara Rabu (16/10/2019), Fareza Sasongko, ahli geologi yang memimpin tim gerak cepat gempa P2LD LIPI di Ambon mengatakan, Desa Oma memiliki potensi geothermal atau panasbumi yang dicirikan dengan munculnya mata air panas, seperti halnya di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Baca Juga  Dukung Pemanfaatan Energi Bersih Panasbumi, Dua Kegiatan Ini Jadi Prioritas BPPT

Menurutnya, suhu lapisan air tanah yang berada di bawah permukaan Desa Oma dapat mencapai lebih dari 200 derajat celcius, ketika mencapai permukaan dan berkontak dengan udara atmosfer, suhu air akan turun meskipun tetap hangat atau panas.

Diberitakan, semburan air panas berbau belerang tersebut jaraknya tak jauh dari bekas mata air panas yang pernah muncul sekitar tahun 1981 – 1982. Semburan yang baru terbentuk itu mengeluarkan hawa sangat panas dengan aroma belerang yang menyengat sehingga warga tak mau mendekat.

Baca Juga  Pergantian Operator PLTP Darajat-Salak (Bagian 3)

“Airnya mendidih dan seperti lumpur,” kata warga setempat.

Pihak P2LD menduga, guncangan gempa yang terjadi pada 26 September 2019 telah menghasilkan rekahan di Desa Oma sehingga air panas dari dalam perut bumi keluar lewat rekahan tersebut.

Fareza Sasongko mengingatkan warga agar tak mendekati semburan air panas di Desa Oma yang suhunya cukup tinggi dan bau menyengat.

Sementara itu, lantai rumah yang tiba-tiba panas setelah gempa, terjadi di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Kondisi ini membuat warga merasa was-was dan kini sedang diteliti pihak P2LD. (es)

Berita ini 246 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Terkait Penolakan SP PLN, Ini Tanggapan Pertamina

Berita

Terkait Penolakan SP PLN, Ini Tanggapan Pertamina

Berita

Bahlil Lahadalia: Panas Bumi akan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Maluku Tengah

Berita

Usai Diserahkan Jerman, PGE Operasikan PLTP Binary Cycle Lahendong

Berita

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Barang untuk Pengusahaan Panasbumi, Ini Ketentuannya

Berita

Warga Batu Kuwung Banten “Keukeuh” Tolak Proyek PLTP

Berita

Hingga Tahun 2025 Indonesia Butuh 10.000 Tenaga Profesional Panasbumi

Berita

Empat Polisi Jadi Tersangka Pengeroyokan Wartawan Metro TV

Berita

Bekas Pengeboran Panasbumi di Rimbo Panti Dibiarkan