Home / Tokoh

Minggu, 15 Oktober 2017 - 14:46 WIB

Yunus Daud, Pakar Panasbumi dari UI

Dr. Yunus Daud

PABUMNews –Jika di ITB ada Nenny Saptaaji, di UGM ada Pri Utami, maka di UI ada Yunus Daud.

Ketika tahun 2014 lalu muncul isu bahwa Gunung Ciremai dijual ke Chevron, pakar panasbumi ini langsung ikut bicara untuk meluruskan persoalan yang sebenarnya, apalagi isu itu terus merebak di media massa dan media sosial.

Sebagai pakar dan ilmuwan, Dr. Yunus Daud, Dipl. Geotherm. Tech., M.Sc, sangat mengetahui soal panasbumi dari A sampai Z. Bukan hanya sebagai pakar atau ilmuwan, tapi ia juga pelaku langsung dari pengusahaan panasbumi. Dengan demikian ia sangat faham secara rinci seluk beluk pengusahaan panasbumi, termasuk pengusahaan panasbumi Ciremai tentu.

Ia menegaskan, isu itu sangat menyesatkan dan bertendensi fitnah. Ia pun mengajak semua pihak agar tidak menyebarkan fitnah ke tengah masyarakat.

Penjelasan Yunus Daud soal isu penjualan Ciremai dimuat di beberapa media, termasuk di blog sebuah partai politik.

Baca Juga  Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Barang untuk Pengusahaan Panasbumi, Ini Ketentuannya

Sepak terjang Yunus Daud dalam kepakaran dan pengembangan panasbumi memang sudah dikenal luas, bukan hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri. Lelaki jebolan Universitas Indonesia (UI) dan peraih gelar Doktor di bidang Geofisika Eksplorasi dari Departemen Teknik Sumber Daya Bumi, Universitas Kyushu, Jepang itu, kini menjadi Ketua Program Magister Eksplorasi Geothermal di UI.

Lelaki kelahiran Tegal pada tanggal 4 November 1968 ini, di tengah kesibukannya sebagai dosen dan membantu pemerintah dalam pengembangan panasbumi, aktif juga melakukan penelitian di Geofisika Pemodelan Kawah Hot Springs Merah di Gunung Pancar, Bogor, Jawa Barat.

Dalam berbagai forum, baik dalam negeri maupun luar negeri, Yunus Daud selalu menegaskan bahwa energi baru terbarukan panasbumi kini tak boleh lagi menjadi pilihan, tapi harus menjadi energi utama di seluruh negara, mengingat sejumlah keunggulan yang dimilikinya.

Baca Juga  Dua Permen ESDM Hamb­at Pengembangan Pana­sbumi

Menurutnya, biaya pengusahaan yang mahal memang menjadi problem pengembangan panasbumi saat ini, namun suatu saat akan segera teratasi. Teknologi pengusahaan panasbumi, tandasnya, berkembang pesat dan itu akan berpengaruh secara signifikan terhadap efisiensi pengusahaan.

Di program sarjana dan pascasarjana Universitas Indonesia, Yunus Daud mengajar di bidang teknologi eksplorasi geothermal, terutama metode elektromagnetik, gravitasi dan MEQ, serta sistem dan teknologi panasbumi. Ia pun sering memberikan kursus pelatihan eksplorasi geothermal, terutama elektromagnetik, MEQ dan teknologi gravitasi untuk staf perusahaan panasbumi.

Di tengah kesibukannya tersebut, pendiri PT. Geoteknologi NewQuest ini pun masih bisa meluangkan waktu untuk membantu Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang merekrutnya menjadi Tim Pakar sejak tahun 2006 lalu. Sementara perusahaan yang didirikannya, Geoteknologi NewQuest, bergerak dalam eksplorasi geothermal, pengembangan perangkat lunak panasbumi dan kursus pelatihan geotermal. (es)

Berita ini 144 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Tokoh

Prijandaru Efendi, Banyak Menimba Pengalaman di Sejumlah Perusahaan

Tokoh

Prajogo Pangestu, “Burung Besar Terbang Tinggi Menguak Awan Mendung”

Tokoh

Abadi Poernomo Sosok yang Lugas

Tokoh

Agus Hermanto: Indonesia Mutlak Memerlukan Energi Panasbumi

Berita

Takdir Riki Firmandha Ibrahim

Tokoh

Supramu Santosa, Anak Desa yang Sukses Jadi Pengembang Panasbumi

Berita

Hilmi Panigoro, “Industri Fosil Suatu Saat akan jadi Sunset”

Tokoh

Subroto, Sempat Ditolak Jadi PETA karena Terlalu Kurus